13/07/2023
Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim mewajibkan berjenggot padahal sebelumnya mereka telah berjanji tidak mengubah perkara sunnah menjadi kewajiban
Berikut riwayat ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim tentang kewajiban-kewajiban dalam Islam yakni perkara yang jika ditinggalkan berdosa dan mana saja yang merupakan perkara sunnah (tathawwu') yakni jika dikerjakan berpahala dan ditinggalkan (tidak dikerjakan) tidak berdosa.
Dari Abu Suhail dari bapaknya bahwa dia mendengar Thalhah bin Ubaidullah berkata, "Seorang laki-laki dari penduduk Najed yang rambutnya berdiri datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kami mendengar gumaman suaranya, namun kami tidak dapat memahami sesuatu yang dia ucapkan hingga dia dekat dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ternyata dia bertanya tentang (kewajiban-kewajiban dalam) Islam. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab,
ุฎูู
ูุณู ุตูููููุงุชู ููู ุงููููููู
ู ููุงููููููููุฉู
(Kewajiban dalam Islam adalah) sholat lima waktu siang dan malam
ููููุงูู ูููู ุนูููููู ุบูููุฑูููููู
Dia bertanya lagi, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selainnya ?
ููุงูู ููุง ุฅููููุง ุฃููู ุชูุทูููููุนู ููุตูููุงู
ู ุดูููุฑู ุฑูู
ูุถูุงูู
Beliau menjawab, 'Tidak, kecuali kamu melakukan shalat sunnah (tathawwu') dan puasa Ramadhan
ููููุงูู ูููู ุนูููููู ุบูููุฑููู
Dia bertanya, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selainnya?'
ููููุงูู ููุง ุฅููููุง ุฃููู ุชูุทูููููุนู ููุฐูููุฑู ูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงูุฒููููุงุฉู
Beliau menjawab, 'Tidak, kecuali kamu melakukan puasa sunnah (tathawwu'), dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan (kewajiban) zakat kepadanya.'
ููููุงูู ูููู ุนูููููู ุบูููุฑูููุง
Dia bertanya lagi, 'Apakah saya masih mempunyai kewajiban selain-Nya?
ููุงูู ููุง ุฅููููุง ุฃููู ุชูุทูููููุนู
Beliau menjawab, 'Tidak, kecuali kamu melakukan sedekah sunnah (tathawwu').'"
ููุงูู ููุฃูุฏูุจูุฑู ุงูุฑููุฌููู ูููููู ููููููู
Perawi berkata "Lalu laki-laki tersebut berbalik (mengundurkan diri pamit) sambil dia berkata, '
ููุงูููููู ููุง ุฃูุฒููุฏู ุนูููู ููุฐูุง ููููุง ุฃูููููุตู ู
ููููู
Demi Allah, aku tidak akan menambahkan lebih dari ini dan tidak p**a mengurangi darinya.'
ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃูููููุญู ุฅููู ุตูุฏููู
Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Dia akan beruntung jika benar (jujur) menepati janjinya.'" (HR Muslim 12 atau Syarh Shahih Muslim 11)
NAMUN di kemudian hari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim TIDAK MENEPATI janjinya dan terjerumus BID'AH dalam URUSAN AGAMA yakni mereka menganggap buruk sesuatu sehingga mereka melarang (mengharamkan) yang tidak dilarang (tidak diharamkan) oleh Allah Ta'ala dan Rasulullah seperti mereka melarang (mengharamkan) memotong jenggot dan SEBALIKNYA mereka menganggap baik sesuatu sehingga mereka mewajibkan yang tidak diwajibkan oleh Allah Taโala dan Rasulullah seperti mereka MEWAJIBKAN bercukur GUNDUL dan BERJENGGOT sehingga menjadi CIRI KHAS mereka.
Dari Anas radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
ุณููู
ูุงููู
ู ุงูุชููุญูููููู
Ciri khas mereka adalah bercukur gundul (HR Abu Daud 4137 atau Baitul Afkar ad Dauliah 4765, 4766)
Ciri khas mereka berjenggot tebal dan bercukur gundul terungkap p**a dalam riwayat yang menujukkan bahwa Dzul Khuwaishirah dari BANI TAMIM adalah PENDUDUK NAJED
Dari Abu Sa'id berkata; Orang-orang Quraisy marah dengan adanya pembagian itu. kata mereka, "Kenapa pemimpin-pemimpin NAJED yang diberi pembagian oleh Rasulullah, dan kita tidak dibaginya?" maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun menjawab, "Sesungguhnya aku lakukan yang demikian itu, untuk membujuk hati mereka."
Sementara itu, datanglah laki-laki BERJENGGOT tebal, pelipis menonjol, mata cekung, dahi menjorok dan kepalanya DIGUNDUL. Ia berkata, "Wahai Muhammad! Takutlah Anda kepada Allah!"
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Siapa p**akah lagi yang akan menaati Allah, jika aku sendiri telah mendurhakai-Nya? Allah memberikan ketenangan bagiku atas semua penduduk bumi, maka apakah kamu tidak mau memberikan ketenangan bagiku?" (HR Muslim 1762 atau Syarh Shahih Muslim 1064)
Dzul Khuwaishirah tokoh penduduk Najed dari bani Tamim walaupun termasuk salaf / sahabat (bertemu dengan Rasulullah) namun tidak mendengarkan dan mengikuti Rasulullah melainkan mengikuti pemahaman atau akal pikirannya sendiri sehingga menjadikannya SOMBONG dan DURHAKA kepada Rasulullah yakni MERASA LEBIH PANDAI dari Rasulullah sehingga berani MENYALAHKAN dan mencela atau menghardik Rasulullah ketika pembagian harta rampasan perang.
Berikut contoh riwayat yang menujukkan bahwa Dzul Khuwaishirah PENDUDUK NAJED adalah dari BANI TAMIM
Dari Abu Saโid Al Khudriy radliallahu โanhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari BANI TAMIM, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. (HR Bukhari 3341 atau Fathul Bari 3610)
Jadi masuk akallah atau logislah kalau orang-orang pada ZAMAN NOW (masa sekarang) yang mendalami ilmu agama secara otodidak (shahafi) sehingga TERJERUMUS KESOMBONGAN MENOLAK KEBENARAN dan menyalahkan, menganggap sesat atau bahkan mengkafirkan, menghalalkan darah dan membunuh umat Islam karena โnenek moyang merekaโ yakni Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim MENYALAHKAN Rasulullah.
Orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim adalah CONTOH orang-orang yang MERASA sebagai Al Ghuroba (orang-orang yang asing) NAMUN sesungguhnya mereka MENGASINGKAN DIRI yakni MENYEMPAL KELUAR dari mayoritas kaum muslim (as-sawadul aโzham) PADA zaman Salafus Sholeh sehingga mereka disebut FIRQAH atau KAUM KHAWARIJ.
KHAWARIJ adalah bentuk jamak, dan mufradnya adalah dari kata KHARIJ yang berasal dari kata KHARAJA yang artinya KELUAR.
Sebutan KHAWARIJ berlaku tidak sebatas pemberontak NAMUN berlaku bagi siapa saja yang menganggap sesat, menuduh musyrik dan bahkan menghalalkan darah dan membunuh umat Islam karena mereka KELIRU BERHUJJAH atau KELIRU MEMAHAMI Al Qur'an dan Hadits SEHINGGA mereka MENGASINGKAN DIRI atau MENYEMPAL KELUAR dari mayoritas kaum muslim (as-sawadul aโzham).
Mereka MENGASINGKAN DIRI atau MENYEMPAL KELUAR karena mereka menganggap atau menuduh mayoritas kaum muslim (as-sawadul aโzham) telah rusak padahal mereka sendirilah yang rusak
Telah menceritakan kepada kami โAbdullah bin Maslamah bin Qaโnab; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Suhail bin Abu Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; Aku membaca Hadits Malik dari Suhail bin Abu Shalih dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: Apabila ada seseorang yang berkata; โCelakalah (rusaklah) manusiaโ, maka sebenarnya ia sendiri yang lebih celaka (rusak) dari mereka. (HR Muslim 4755 atau Syarh Shahih Muslim 2623)
CIRI KHAS mereka juga terungkap dalam penggambaran Ibnu Abbas radhiyallahu โanhu ketika diizinkan oleh Khalifah Sayyidina Ali untuk menemui orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim atau kaum khawarij.
Lalu Ibn Abbas memakai pakaian yang paling bagus produk negeri Yaman.
Ibn Abbas berkata: โAku menyisir rambutku dengan rapi dan mendatangi mereka pada waktu terik matahari.
Maka aku memasuki suatu kaum yang belum pernah aku melihat sangat hebatnya mereka (bersungguh-sungguh) dalam beribadah.
Dahi-dahi (jidat) mereka menghitam karena sujud.
Tangan-tangan mereka kasar seperti lutut unta (karena banyaknya beribadah).
Mereka memakai gamis yang sederhana dan dalam keadaan selalu tersingsing (jauh di atas mata kaki, untuk selalu mencegah isbal)
Dari wajah mereka, tampak sekali kalau mereka tidak tidur malam untuk beribadah
(Penggambaran oleh Ibnu Abbas ra tentang ciri-ciri khas kaum khawarij atau orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim termuat p**a dalam Tablis Iblis karangan Imam Ibnu Jauzi penerbit Darr Al-Qalam Beirut Libanon tahun 1403 H hal. 88-91)
Begitup**a CIRI KHAS mereka juga terungkap ketika Salafus Sholeh yakni para Sahabat mempertanyakan kepada Rasulullah mengapa orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim atau kaum khawarij yakni orang-orang yang berpakaian mencegah isbal, jidatnya menghitam dan berjenggot namun mereka berakhlak buruk.
Contohnya dalam syarah Shahih Muslim, Jilid. 17, No.171 diriwayatkan Khalid bin Walฤซd radhiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
****** awal kutipan ******
โWahai Rasulullah, orang ini memiliki semua bekas dari ibadah-ibadah sunnahnya: matanya merah karena banyak menangis, wajahnya memiliki dua garis di atas pipinya bekas airmata yang selalu mengalir, kakinya bengkak karena lama berdiri sepanjang malam (tahajjud) dan jenggot mereka pun lebatโ
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab : camkan makna ayat ini,
ูููู ุฅูู ูููุชูู
ู ุชูุญูุจููููู ูฑูููููู ูููฑุชููุจูุนููููู ููุญูุจูุจูููู
ู ูฑูููููู
Qul inโkuntum tuhibbunallaha fattabiโuna yuแธฅbibkumullahu
Katakanlah: โJika kamu MENCINTAI Allah, IKUTILAH aku, niscaya Allah MENGASIHIMU (QS Ali Imran [3] : 31)
Khalid bin Walid bertanya, โBagaimana caranya ya Rasulullah ?โ
Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab, โJadilah orang yang ramah seperti aku, bersikaplah penuh kasih, cintai orang-orang miskin dan papa, bersikaplah lemah-lembut, penuh perhatian dan cintai saudara-saudaramu dan jadilah pelindung bagi mereka.โ
***** akhir kutipan *****
Dari riwayat di atas, Rasulullah menegaskan bahwa ketaatan yang dilakukan oleh orang-orang seperti Dzul Khuwaisarah penduduk Najed dari bani Tamim dan s**a โmenampakkannyaโ tidaklah berarti apa-apa karena tidak menimbulkan ke-sholeh-an.
Orang-orang yang mengamalkan sunnah Rasulullah namun tidak menjadikannya muslim yang ihsan atau muslim yang berakhlakul karimah adalah menunjukkan amal ibadah mereka tidak diterima oleh Allah Taโala.
Jawaban Rasulullah ketika ditanya bagaimana caranya dan dijawab berakhlak baiklah dan cintailah sesama saudara mulim sebagai bukti mencintai Allah dan mengikuti Rasulullah SELARAS dengan firman Allah Ta'ala dalam surat Al Maidah [5] ayat 54 bahwa jika telah bermunculan orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim yakni orang-orang yang MURTAD dari AGAMANYA karena tuduhan musyrik kembali kepada si penuduh maka Allah Ta'ala akan mendatangkan para Wali Allah yakni suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya,
Allah Ta'ala berfirman yang artinya,
โHai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang muโmin, yang bersikap keras (tegas / berpendirian) terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang s**a mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.โ (QS Al Maidah [5]:54)
Jadi CIRI-CIRI atau TANDA MENCINTAI Allah dan MENGIKUTI Rasulullah sekaligus BUKTI sebagai orang-orang BERIMAN dan BERTAKWA serta amal ibadahnya wushul ilaallah atau sampai dan diterima Allah Ta'ala sehingga meraih ridho Allah dan menjadi KEKASIH Allah (WALI Allah) yakni Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya adalah,
1. Bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim
2. Bersikap keras yakni dalam pengertian tegas atau berpendirian terhadap orang-orang kafir
3. Berjihad di jalan Allah dalam pengertian bergembira dalam menjalankan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya
4. Tidak takut kepada celaan orang yang s**a mencela yakni celaan orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari bani Tamim.
Silahkan dibaca tulisan selengkapnya berikut uraian PENYEBAB orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah penduduk Najed dari Tamim atau firqah KHAWARIJ terjerumus BID'AH dalam URUSAN AGAMA sehingga walaupun mereka bertemu dengan Rasulullah namun mereka kelak diusir dari telaga Rasulullah