Si Tukang Survey Kapal

Si Tukang Survey Kapal Marine Surveyor Indonesia

Off Hire Bunker Survey
15/04/2026

Off Hire Bunker Survey

Bismillah Off Hire Bunker Survey
13/04/2026

Bismillah Off Hire Bunker Survey

Discharging Survey
13/04/2026

Discharging Survey

1️⃣ GAMBAR INI APA SEBENARNYA?Judulnya: “Periods When to Make Money”Model ini sering dikaitkan dengan teori siklus waktu...
29/12/2025

1️⃣ GAMBAR INI APA SEBENARNYA?

Judulnya: “Periods When to Make Money”
Model ini sering dikaitkan dengan teori siklus waktu (time cycle) ala Gann / generational cycle, yang membagi sejarah ekonomi menjadi fase berulang:

A – Panic Years → krisis, kepanikan, crash

B – Good Times → harga mahal, euforia, waktu jual

C – Hard Times → harga murah, waktu beli & kumpulkan aset

Intinya:

Beli saat orang takut, jual saat orang rakus.

2️⃣ APA YANG BENAR DARI GAMBAR INI?
✅ Yang MASUK AKAL

Ekonomi memang bersiklus

Boom → bubble → crash → recovery → boom lagi

Ini fakta sejarah (1929, 1998, 2008, 2020)

Psikologi manusia berulang

Takut di bawah

Serakah di atas

Itu sebabnya siklus terjadi

Prinsip besarnya BENAR

Fase sulit = peluang akumulasi

Fase euforia = waktu distribusi

3️⃣ YANG PERLU DIWASPADAI (PENTING ⚠️)
❌ Ini BUKAN alat prediksi presisi

Masalah besar gambar ini:

Tanggal-tanggalnya terlalu “dipaksa rapi”

Seolah krisis pasti muncul di tahun tertentu

Padahal realita: krisis dipicu oleh kejadian, bukan kalender

Confirmation bias

Data masa lalu dipilih agar cocok dengan pola

Tapi banyak tahun “melenceng” yang diabaikan

Berbahaya jika dipakai mentah

Orang bisa:

“Ah 2035 krisis, sekarang all-in”

Padahal market bisa sideways 5–7 tahun

4️⃣ KALAU DIPAKAI DENGAN BENAR, CARANYA GIMANA?
🔑 Gunakan sebagai KOMPAS, bukan JAM

Bukan untuk:
❌ Menentukan tanggal beli/jual
❌ Menebak puncak & dasar

Tapi untuk:
✅ Mindset siklus
✅ Mengatur porsi risiko
✅ Menentukan strategi, bukan timing harian

5️⃣ KONTEKS KE SEKARANG (2025–2026)

Kalau kita tarik ke kondisi saat ini:

Dunia belum euforia penuh

Tapi juga bukan panic total

Lebih ke fase:

late recovery – early distribution

Artinya strategi bijak:

Bukan all-in spekulasi

Fokus:

saham besar

laba konsisten

dividen nyata

Siapkan cash untuk peluang krisis berikutnya

📌 Ini SEJALAN dengan gaya value investing yang sering Anda pakai.

6️⃣ KESIMPULAN JUJUR

🟢 Gambar ini berguna untuk mindset
🔴 Berbahaya kalau dipercaya mentah

Kalimat paling tepat:

Siklus itu nyata, tapi tanggalnya tidak pernah pasti.

Investor matang:

Tidak menebak masa depan

Tapi menyiapkan diri untuk berbagai kemungkinan






























Pertarungan kita dalam perjuangan untuk bangsa ini adalah pertarungan antara yang ingin membodohi dan yang ingin membera...
29/12/2025

Pertarungan kita dalam perjuangan untuk bangsa ini adalah pertarungan antara yang ingin membodohi dan yang ingin memberantas kebodohan. Masalahnya, orang bodoh itu banyak yang terlalu bodoh sampai mereka memusuhi orang yang ingin membebaskan mereka dari kebodohan.

Kenapa Saya Tidak Panik Saat Saham TurunMarket sering bikin orang takut.Harga turun sedikit, jantung ikut turun.Padahal,...
28/12/2025

Kenapa Saya Tidak Panik Saat Saham Turun

Market sering bikin orang takut.
Harga turun sedikit, jantung ikut turun.

Padahal, saya beli saham bukan untuk besok.
Tapi untuk 5–10 tahun ke depan.

Selama bisnisnya sehat, labanya naik,
harga yang turun justru bonus —
diskon dari market untuk orang sabar.

Saya fokus di saham yang:
✔️ labanya konsisten
✔️ dividennya nyata
✔️ valuasinya masuk akal

Tidak semua saham yang naik itu bagus.
Dan tidak semua yang turun itu salah.

Dalam investasi,
yang penting bukan cepat kaya, tapi lama bertahan.



Market kadang memberi kejutan—dan tidak semuanya menyenangkan.Saham yang kita pegang bisa turun,bukan karena bisnisnya m...
22/12/2025

Market kadang memberi kejutan—
dan tidak semuanya menyenangkan.

Saham yang kita pegang bisa turun,
bukan karena bisnisnya memburuk,
tapi karena sentimen sesaat, aksi ambil untung,
atau rotasi sektor.

Pertanyaannya:
apakah setiap penurunan harga harus dihindari?
Atau justru ini momen tambah muatan saat diskon?

Dalam dunia value investing, turun tidak selalu buruk.

Ada kalanya harga terkoreksi,
padahal kinerja bisnis tetap kuat dan bertumbuh.

👉 Ini kesempatan.

Sebaliknya,
ada saham yang naik karena euforia,
bukan karena perbaikan fundamental.

👉 Ini justru warning.

Tidak semua yang naik itu bagus.
Tidak semua yang turun itu keliru.

Yang dibutuhkan bukan reaksi cepat,
tapi evaluasi ulang:

Apakah laba perusahaan masih bertumbuh?

Apakah valuasinya kini semakin menarik?

Apakah katalis jangka pendek sudah lewat, tapi prospek jangka panjang tetap kuat?

Saham undervalue sering melewati fase:

stagnan

bahkan turun lebih dulu

Namun jika kinerjanya konsisten naik,
harga saham akan menyusul pada waktunya.

Dan ketika saat itu harga sedang turun,
bisa jadi itu kesempatan emas.

Kami mencari bisnis yang:

kinerjanya sudah naik atau mulai membaik,

tapi harga sahamnya belum bergerak.

Fokus ke chart saja membuat kita mengejar pergerakan.
Fokus ke fundamental membuat kita membeli nilai.



























Gaya Investasi dan Tujuan InvestasiDisclaimer dulu.Saya orang awam, ilmu masih sangat terbatas.Tulisan ini murni sharing...
21/12/2025

Gaya Investasi dan Tujuan Investasi

Disclaimer dulu.
Saya orang awam, ilmu masih sangat terbatas.
Tulisan ini murni sharing, bukan ajakan dan bukan nasihat keuangan.

Dalam dunia investasi, ada beragam gaya investor.
Ada yang santai, ada yang aktif, ada yang penuh perhitungan, ada juga yang agresif.

Saya pribadi masuk tipe investor santai.
Tujuan saya sederhana: membangun penghasilan dividen dari saham yang saya miliki.

Bagi saya, investasi seharusnya di sesuatu yang:

kita tahu,

paham,

dan bisa dipelajari tanpa ribet.

Karena di dunia investasi, kita sering diiming-imingi keuntungan,
tapi lupa bahwa selalu ada kerugian yang membayangi.

Dan kerugian itu bukan cuma soal uang,
tapi juga waktu, pikiran, dan mental.

Banyak orang masuk saham berharap untung besar,
tapi malah:

nyangkut,

panik,

atau habis modal.

Ada juga yang terlalu percaya diri, merasa sudah paham,
padahal salah langkah.
Dari situlah muncul takut, trauma, dan akhirnya meninggalkan investasi.

Bagi saya, investasi bukan soal siapa paling cepat kaya,

tapi siapa yang bisa bertahan paling lama dalam kekayaan itu.

Dan musuh terbesar investor sebenarnya bukan market.
Musuh terberatnya adalah diri sendiri:
melawan nafsu yang sering bertolak belakang dengan realita.

Langkah menurut saya saat memulai investasi:

1️⃣ Tentukan tujuan investasi
2️⃣ Sesuaikan dengan kemampuan
3️⃣ Pilih strategi terbaik
4️⃣ Terakhir, konsisten

Inilah pilihan pribadi saya:
1. Tujuan Investasi

Saat ini umur saya 28 tahun.
Target saya, di usia 35–40 tahun, bisa mencapai kebebasan finansial.

Target sederhana:

Penghasilan dividen ± 80–120 juta per tahun

Rumah dan kendaraan sudah ada

Hidup slow living, punya waktu bebas

Fokus keluarga: istri dan anak

Kalau usaha, hanya untuk mengisi waktu, bukan keharusan

2. Kemampuan

Saat ini saya bekerja di Jepang bersama istri.
Kemampuan menabung saham sekitar 10–20 juta per bulan.

Untuk sekarang, saya fokus di BBRI.
Per bulan bisa dapat ± 25–50 lot (2.500–5.000 lembar).

Karena tidak punya waktu memantau market secara intens,
saya memilih cara sederhana: ambil harga di bawah rata-rata.

3. Strategi

Saya sadar:

tidak jago analisis market,

tidak punya banyak waktu,

dan tidak mau ribet.

Strategi saya:

pilih saham yang stabil, relatif aman,

dividen rutin,

dan cocok untuk jangka 5–10 tahun.

Saya asumsikan harga wajar BBRI di kisaran 4.100–4.500.
Saat ini di 3.750, artinya masih di bawah nilai wajar.

Kalau nanti naik drastis, saya tahan dulu.
Tunggu momen yang masuk akal.

Saya tidak terlalu peduli:

harga harian,

dividen lebih kecil dari saham lain,

atau cuan yang kelihatan kecil.

Karena saya tahu, hasilnya bukan hari ini,
tapi 5–10 tahun ke depan.

4. Konsisten

Sekali lagi, musuh terbesar investor adalah dirinya sendiri.

Ada yang jatuh karena serakah.
Ada yang mundur karena kalah.
Ada yang tinggi hati karena untung besar.

Saya memilih:

menabung rutin sesuai kemampuan

ambil harga wajar

fokus di satu saham

fokus compounding

Prinsip saya sederhana:
jangan tergiur cara orang lain hanya karena terlihat lebih beruntung.

Pastikan investasi itu:
nyaman, aman, tenang, dan hasilnya masuk akal.








“No flexing, No happy….”Apa iya harus begitu? Haus validasi banget deh! Di tengah tren flexing di media sosial, Menteri ...
19/12/2025

“No flexing, No happy….”
Apa iya harus begitu? Haus validasi banget deh!

Di tengah tren flexing di media sosial, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan satu hal penting buat Gen Z: kaya itu bukan soal keliatan mampu, tapi benar-benar mampu secara finansial.

Beliau menyoroti kebiasaan belanja demi gengsi yang justru bikin gaji cepat habis tanpa sisa aset.

Hemat Itu Perlu, Tapi Jangan Sampai Menyiksa Diri
Masak sendiri di rumah, misalnya, sering kali jauh lebih hemat dan sehat dibanding ngopi cantik tiap hari hanya demi konten atau gengsi. Hemat yang cerdas itu bukan soal menahan diri berlebihan, tapi mengatur prioritas.

17/12/2025

Healing2

16/12/2025

Jogging jalan pagi2

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Si Tukang Survey Kapal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Si Tukang Survey Kapal:

Share

Category