05/09/2020
Pasca krisis ekonomi tahun 1997 / 1998 dan peralihan kekuasaan pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi, banyak pengangguran terutama usia produktif akibat dampak resesi ekonomi di kala itu. Saya yang peduli pada keadaan saat itu, mencoba membangun suatu industri yang bisa merekrut banyak orang tapi mudah dijalankan. Saat itu belum banyak perusahaan jasa yg bergerak di bidang klining servis. Akhirnya pada 10 jan 2003 saya bersama kolega saya memberanikan diri untuk membuat suatu perusahaan yang bergerak di bidang klining servis atau bahasa indonesianya jasa kebersihan.
Seiring berjalannya waktu, saya sebagai pemilik dan pendiri perusahaan, mencoba berinovasi dengan rekan-rekan alumnus Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta, menciptakan suatu bahan pembersih yang biodegrible serta tidak berbahaya jika dihirup dalam ruangan tertutup. Lalu terciptalah suatu produk sejenis wipol yang dipasarkan bebas yang kami beri label creolin wangi.
Tidak berhenti sampai disitu, saya juga bekerjasama dengan Fakultas MIPA UNY untuk uji klinisnya. Mengapa saya harus punya chemical cleaner yang ramah lingkungan? Karena pada saat itu 90% client saya adalah rumah sakit.
Dalam pemilihan tenaga kerja, perusahaan tidak berpatok pada ijazah. Karena kami memberi peluang bekerja pada semua orang yang memang sungguh ingin bekerja. Untuk pelatihan kami adakan bersama Apklindo (Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia). Karena pada dasarnya bukan keuntungan semata yang dicari, namun lebih kepada visi sosial yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang atas keprihatinan saya atas krisis ekonomi saat itu.
Nilai kesuksesan bukan hanya diukur dari seberapa besar materi yang diperoleh, namun bisa juga dilihat dari seberapa besar kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.