Entrepreneur Sejati

Entrepreneur Sejati Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Entrepreneur Sejati, Bogor.

17/12/2011

bisnis_melalui_facebook.png B) Mungkin kita pernah menganggap bahwa Facebook adalah untuk remaja; Saya dulu juga berpikir demikian, tapi kini saatnya merubah pemikiran kita. Ada bany...

Kaidah Dakwah dalam Berbisnisby: Akwini Ya Akwini, CEO pasarIHIMA.comDalam spektrum dakwah ada qowa’idud da’awiy (kaidah...
24/07/2011

Kaidah Dakwah dalam Berbisnis
by: Akwini Ya Akwini, CEO pasarIHIMA.com

Dalam spektrum dakwah ada qowa’idud da’awiy (kaidah dakwah) yang bersumber dari Sabda RosuluLloh Shollolohu ‘alaihi wa sallam yang sudah ma’ruf. Yang kemudian oleh pegiat islam direfleksikan dalam wujud fanniyatud da’wah (seni dalam mengajak manusia kepada jalan Allah Ta‘ala). Lalu bilamanakah jika kaidah-kaidah dalam dakwah tersebut ‘disuntikkan‘ ke dalam strategi aktifitas berbisnis?. Dalam kata lain, dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam menarik calon konsumen agar menjadi loyalis costumers (pelanggan aktif) dan mempertahankan konsumen yang sudah loyal agar tidak mudah hilang ?

Bassyir wa laa tunaffir (Berilah kabar gembira dan jangan engkau buat lari [1]

Dalam marketing kaidah diatas selaras dengan strategi good news (kabar gembira). Good news bisa berupa pemberian potongan harga, pemberian bonus, keringanan syarat keagenan dan pemberian hadiah.
Pertama, Good news ditampilkan dan disodorkan ke khalayak agar perusahaan dekat di hati masyarakat, agar outlet / tokonya ramai dikerumuni dan dikerubuti pembeli, atau proposal penawaran produknya diapresiasi banyak klien. Kedua, strategi menjaga diri dari bad news (tindakan negatif) yang dilakukan baik oleh individu karyawan maupun manajemen perusahaan terhadap konsumen. Hal ini dilakukan agar konsumen yang sudah dekat tidak menghilang dari peredaran, dan agar pelanggan yang sudah berkerumun tidak bubar di tengah jalan.
Salah satu bentuk bad news adalah sikap emosi, marah, jengkel terhadap pembeli, baik dalam bentuk ekpresi wajah maupun melalui kata-kata. Sebagai contoh adalah emosi ketika mendapati pembeli menjatuhkan barang dagangan dari rak display barang. Reaksi negatif penjual dengan ekpresi wajah akan menimbulkan rasa tidak enak atau keki dalam jiwa konsumen, sedangkan bila marah dalam bentuk perkataan akan membekas meninggalkan kenangan rasa hina dan tertekan. Maka konsumen yang diperlakukan seperti itu kemungkinan besar tidak akan datang kembali. Selaras dengan nasehat Nabi Shollolohu ‘alaihi wa sallam; “Jangan marah“. [1]

Yassir wa laa tu’assir (Permudahlah janganlah engkau persulit). [2]

Sebagaimana dalam dunia perdakwahan ada istilah ‘fikih taysir’ (fikih yang mudah). Tidak diragukan lagi bahwa memberi kemudahan serta tidak mempersulit pelayanan kepada konsumen merupakan politik untuk meraih kepuasan konsumen. Sebagai misal adalah taysir dalam bertransaksi, bila ada pembeli menawar dengan harga yang lebih rendah dari harga sesungguhnya namun dalam perhitungan keuntungan masih ada sisa laba, maka kabulkanlah tawaran tersebut. Bila barang yang sudah dibeli kemudian dengan alasan cacat kemudian dikembalikan, maka terimalah barang tersebut. Ketika memberikan kembalian uang bayaran kemudian tidak ada uang ‘pas’ maka berikanlah kelebihannya meskipun Ia sudah mendapatkan potongan harga.
Namun demikian perlu diingat bahwa kaidah taysir ini tidak berlaku bagi sembarang konsumen yang ingin membeli dengan jalan kredit (hutang). Terlebih terhadap konsumen yang sudah masuk daftar cekal. Hanya konsumen tertentu (loyalist) dan terpercaya yang bisa mendapatkan fasilitas hutang ini. Bila tidak demikian, perjalanan bisnis tersendat dan perputaran kapital terganggu akibat kredit macet.
Sebaliknya, jangan sekali-kali menciptakan iklim yang mempersulit transaksi dengan konsumen. Diantaranya adalah pelit dalam memberikan potongan harga, susah ditawar dalam transaksi, pelit senyum, cuek kepada pembeli, rautmuka yang tidak bersahabat dalam menghadapi pembeli. Sebab mempertahankan loyalitas pelanggan lebih sulit dari pada menciptakan pelanggan baru. Satu konsumen kecewa, maka ia akan menyebarkannya kepada banyak orang (orang jawa bilang; “Tombak cucukan“). Dari banyak orang tersebut, satu atau banyak dari mereka menyebarkannya lagi kepada khayalak yang lain lagi dan seterusnya sehingga akan menurunkan branding dan positioning bisnis dimata pasar (masyarakat).

Laa tahqironna minal ma’ruufi syaian walau ‘an talqoo akhooka bi wajhin tolqin

(Janganlah engkau meremehkan sedikitpun dari hal-hal yang baik, meskipun hanya dengan wajah yang ceria ketika berjumpa dengan saudaramu). [3]
Pertama, dalam bermuamalah dengan konsumen jangan sekali-kali menganggap sepele khitob jiwariy (bahasa tubuh). Pengalaman membuktikan pertama bahwa senyuman penjual merupakan ‘gula-gula’ bagi pembeli. Dalam hadist disebutkan; “Senyummu kepada saudaramu adalah shodaqoh”.[4] Dan Sebaliknya rautmuka yang kaku (cuek bebek dan wajah kethus) akan menciptakan suasana yang tidak nyaman bagi pembeli. Demikianpun ketika konsumen tidak jadi membeli, tetaplah sabar dalam senyuman, sebab suatu hari kelak Ia akan kembali lagi untuk membayar senyuman itu.
Kedua menyambut hangat kedatangan pembeli dengan ucapan salam dalam senyuman, menyambutnya dan menjabat tangannya serta menanyakan kabarnya. Hal ini merupakan sikap yang menjadikan pembeli merasa berada di rumah sendiri. Demikian juga pertahankanlah kehangatan tersebut ketika pembeli pamit ‘undur diri’ tanpa membeli satu barangpun dan hanya sekedar melihat-lihat tanpa melakukan transaksi.

Ta’aahaduu tuhibbuu (Berilah hadiah maka engkau akan dicintai ). [5]

Terakhir dalam rangka mempererat ukhuwah tijariyah (tali persaudaraan bisnis) dengan relasi bisnis salahsatunya adalah dengan memberikan hadiah. Biasanya perusahan-perusahaan akan memberikan hadiah kepada relasi bisnisnya pada momen-momen tertentu. Secara umum orang yang menerima hadiah tersebut akan merasa senang dan berterimakasih kepada yang memberinya. Bahkan kita lihat banyak orang yang bangga memakai kaos yang berisi iklan dari sebuah perusahaan. Sebagian orang lagi dengan semangat dan ikhlas memasang jam dinding serta kalender yang tertulis nama dan logo perusahaan di rumah atau tempat-tempat publik. Sebagian lagi menikmati hujan dengan payung yang terdapat gambar iklan sebuah produk .
Padahal yang namanya pedagang itu tidak mau rugi. Maksudnya ketika perusahaan mengeluarkan anggaran sekian juta untuk pengadaan hadiah bagi relasi dan konsumennya, maka sesungguhnya itu adalah bagian dari biaya iklan. Bahkan dengan teknik ‘hadiah’ ini merupakan bentuk iklan jitu yang biayanya murah tapi efektif. Sebab hadiah kaos dan topinya menjadi iklan berjalan, jam dinding dan kalendernya di lihat tamu yang berkunjung. Disinilah hadiah menghasilkan rupiah. Dengan modal ratusan ribu rupiah dapat menghasilkan jutaan rupiah dan seterusnya. Jadi, mana ada pedagang yang mau rugi…??.

Catatan kaki :
1. Hadist dari Abu Hurairah
عن ابي هريرةرضي الله عنه ان رجلا قال للنبي صلي الله عليه وسلم, اوصني , قال , لآ تغضب فردد مرارا , قال , لآ تغضب
Artinya: „ Dari Abu huroirah radhiyAllohu'‘anhu berkata, Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi, “Nasehatilah aku“. Nabi bersabda; “Janganlah marah“. Maka diulanginya beberapa kali. Bersabda Nabi; “Janganlah marah“.

2. Hadist riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim
وعن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال يسروا ولا تعسروا وبشروا ولا تنفروا متفق عليه
Artinya: „Dari Anas RhodiyAllohu ‘anhu, dari Nabi Shollolohu ‚alaihi wa sallam, bersabda; Permudahlah mereka jangan engkau persulit dan berilah mereka kabar gembira serta jangan engkau buat lari“

3. Hadist riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar.
وعن أبي ذر رضي الله عنه قال قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخاك بوجه طليق رواه مسلم
Artinya: “Dari Abu Dzar rodhiyAllohu ‚anhu berkata, Bersabda RosuluLoh Shollolohu ‘alaihi wa sallam; Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun meskipun hanya dengan wajah berseri ketika berjumpa dengan saudaramu“.

4. تبسمك في وجه أخيك صدقة
Artinya: "Senyummu kepada saudaramu adalah sodaqoh"

5. Hadist riwayat Imam Bukhori dari Abu Hurairah.
تهادوا تحبوا
Artinya: „Berilah haidah diantara kalian, Kelak engkau akan saling mencintai"

sumber : [http://www.abdan-ihima.com/index.php?option=com_content&view=article&id=46:kaidah-dakwah&catid=35:entrepreneur&Itemid=94]

18/07/2011

5 TIPS CANGGIH AGAR KARYAWAN MEMILIKI BANYAK UANG, by Akwini Ya Akwini...

14/07/2011

Jika anda bertanya siapa ENTREPRENEUR SEJATI paling sukses dimuka bumi ini ???

Maka, dengan mantap dan Yakin kami menjawab, ia adalah Muhammad bin Abdullah, Pemuda tampan nan menawan, 25 tahun waktunya dihabiskan menjadi pebisnis ^ _ ^ melebihi masa kerasulannya. Bekalnya : Shiddiq, Amanah, Tablig, dan Fatanah.

The Prophet Muhammad SAW is A Great Entrepreneur, Yeeaahh!!!

13/07/2011

INOVASI dalam produk baik barang maupun jasa, atau inovasi keahlian dalam sebuah BISNIS adalah sebuah keharusan bila pebisnis menginginkan nilai tambah dan mempertahankan daya saing. Kita bisa amati pada, shampoo 2 in 1, beli 2 dapat 1, dan penambahan ukuran kemasan dll..

yang perlu kita ingat, Tujuan Bisnis itu bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan, tapi juga mendapatkan kebarokahan Sang Pemberi Rizki ^ _ ^

12/07/2011

Sahabat, bila kita berbincang tentang bisnis, maka kita akan membicarakan tentang IDE BISNIS, orang-orang yang kaku akan kesulitan menemukan ide bisnis sebagaimana mencari jarum ditumpukan jerami. beda dengan orang2 yang penuh jiwa kreatif dan inovatif, ia akan membuat ide bisnis dari Hobby yang ia s**a, mencari peluang sukses, dan menentukan tapak-tapak kesuksesan selanjutnya..>>>

11/07/2011

Kita HARUS mengubah cara pandang klasik, bahwa pendidikan adalah sarana untuk mencari pekerjaan. Ini tidak efektif dan kemudian hari hanya akan menjadikan kekecewaan mendalam bila ternyata institusi pendidikan tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi lulusannya. Sahabat, sarana pendidikan harus kita jadikan sebagai ladang ilmu untuk berfikir pembuat Pekerjaan, bukan pencari kerja! oke ^ _ ^

08/07/2011

" modal utama memulai bisnis bukan uang...tapi IDE, Kejujuran dan INTEGRITAS....uang akan datang sendiri jika kita memiliki ketiga hal itu...insyaAllah " by Muhammad'bag' Kinantan

06/07/2011

Berdagang adlh sbuah Estetika Karya. Karena Modal yg sebenarnya adalah kejujuran & keadilan dlm transaksi. Prinsip2 inilah ya dijalankan RASULULLAH dahulu & skrg banyak diadopsi oleh negeri seperti Singapura.
Ternyata, kunci sukses berdagang Nabi terletak pd sikap jujur & adil dlm mgadakan hubungan dagang dgn para pelanggan. Itulah yg selalu Beliau tunjukkan ketika mjadi agen saudagar kaya Siti Khadijah ra ^ _ ^

Address

Bogor
16115

Telephone

085311363206

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Entrepreneur Sejati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share