Jurusan yang dikelolanya ada empat: Teknik Sipil, Teknik Listrik, Teknik Kimia dan Teknik Mesin. Pada 1988, dibuka dua jurusan baru: Teknik Energi, dan Teknik Telekomunikasi. Dalam proses belajar mengajar, kurikulum politeknik ini dirancang 55 persen materi teori, sisanya praktik laboratorium atau workshop (bengkel). Pada semester genap tahun akademik 1993/1994 diadakan reorganisasi di lingkungan
lembaga pendidikan tinggi ini --dari tujuh jurusan, dijadikan menjadi lima jurusan: Teknik Sipil, Teknik Elektro (Program Studi Teknik Listrik, dan Teknik Komunikasi), Teknik Kimia, Teknik Mesin (Program Studi Teknik Mesin, dan Teknik Konversi Energi), Tata Niaga (Program Studi Kesekretariatan, dan Akuntansi). Dan pada tahun akademik 1996/1997, diselenggarakan dua program kelas: Reguler, dan Non Reguler.