Galerry Muslimah Maryam Dewi

Galerry Muslimah Maryam Dewi Ada harga ada kualitas

07/03/2022
03/12/2021

Kirim pesan ke Fauzan di WhatsApp.

Jangan sedekah seperti ini lagi ya... 😌Ilustrasi 1"Puasa ini, kita ngadain santunan dhuafa rada beda dgn santunan bulan ...
27/03/2019

Jangan sedekah seperti ini lagi ya... 😌

Ilustrasi 1

"Puasa ini, kita ngadain santunan dhuafa rada beda dgn santunan bulan bulan biasa. Isi paket yg dibagiin mukena atau sajadah, kue lebaran, jilbab atau baju koko, " usul seseorang

"Di tanah abang banyak tuh mukena mukena parasut gitu, muraaah banget. 25 ribu juga ada. Beli itu aja. Buat dibagi bagiin ini..." jawab si A

"Kue lebaran di jalan ciledug deket giant juga banyak. ada nastar, sagu keju, kastengel, 1 toples gede hanya 25 ribu. Belum pernah nyobain sih rasanya kayak apa kok bisa murah gitu yaa. Nggak apalah, buat dikasih kasihin ini," jawab yang lain.

💦💦💦
Ilustrasi 2

"Nitip 100ribu ya mba, ikut sedekah nasi bungkus. Bikinin 20 bungkus," kata si A

"Maaf mba, kami domisili di Bintaro. Nasi bungkus 5000? bingung kami mba isinya apa. Kami biasa sebungkus harga 14ribu sampai 20ribu. Seringnya sih 18ribu sebungkus. Nasi padang pake ayam, sayur, sambel. Atau 17 ribu nasi kotak isi ayam bakar, tahu, tempe, lalapan, sambel" Jawab si B

"Bisa kok mba 5000. Pake tahu, tempe, sayur bening labu misalnya, banyakin aja kuahnya, buat dibagi bagiin ini," argue si A

💦💦💦
Cerita diatas hanyalah ilustrasi, tapi terinspirasi dari kisah nyata.

Betapa banyak sedekah asal asalan, barang paling murah, kualitas paling jelek, rasa paling ngasal, dengan alasan "buat di bagi bagiin ini"

Memberi yg baik, menghargai sang penerima sedekah, sama nilainya dgn menghargai diri sendiri

Sedekah mukena diterima, tapi nggak dipake karena bahannya gerah, kalo dipake panas banget bikin nggak konsen sholat, menerawang, terlalu tipis... lantas adakah keberkahan bagi sang pemberi jika sedekahnya tak membawa guna?

Kue lebaran diterima, dimakan, tapi di lepeh karena hanya rasa tepung aja...lalu sisanya teronggok sampai menjamur, akhirnya dibuang buang juga, lantas adakah keberkahan bagi sang pemberi jika sedekahnya tak membawa makna?

Nasi bungkus hanya berisi tahu, tempe, sayur bening dgn kuah yg banyak. Gak ada istimewanya dibanding yg biasa dimakan sehari hari oleh di penerima,
Bukankah lebih elok memberi makan menu yg istimewa, yg membawa binar bahagia bagi si penerima?

Sedekah itu bebas

Semampunya

Tapi sebaik baik sedekah adalah yang kita pun menginginkannya.

Jangan menyedekahkan sesuatu yg kita aja nggak sudi memakainya, jangan menyedekahkan makanan yang kita pun sama sekali nggak berselera memakannya...

Kualitas sedekah kita..mencerminkan kualitas hati kita

Kualitas sedekah kita mencerminkan level ketaatan kita pada *Yang Maha kaya*

#
Fitra Wilis Masril

04/02/2019

Yuk, kompakkkk ...!!! 😁

Saya baca berkali-kali.. Namun tdk ada istilah kata bosen.. Terima kasih sahabat!? Berita mbah Jum memasarkan dagangan n...
30/01/2019

Saya baca berkali-kali.. Namun tdk ada istilah kata bosen..
Terima kasih sahabat!?

Berita mbah Jum memasarkan dagangan nya yg menuntun konsumen beribadah.....

MBAH JUM

Oleh : Irene Radjiman

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya p**ang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu p**ang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum p**ang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.
“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit p**ang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS UNTUK KEBAIKAN DAN KEBAJIKAN...

utara
Kisah diatas bukan lah kisah seorang Ulama ataupun Waliyullah. Hanya kisah seorang perempuan biasa yg mampu membuat iri seluruh penghuni Alam.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Assalamu'alaikum ... Bismillah ...Semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Aamiin ....
14/01/2019

Assalamu'alaikum ...
Bismillah ...
Semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Aamiin ....

Semoga sehat slalu n panjang umur pak BJ. HABIBI....amiin*Ini Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat  yang Bikin Merindin...
14/01/2019

Semoga sehat slalu n panjang umur
pak BJ. HABIBI....amiin

*Ini Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat yang Bikin Merinding*

8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

Entah ditulis oleh BJ Habibie atau bukan tapi pidato ini menyebar via group WhatsApp (WA). Inilah isi pidato BJ Habibie yang beredar di group-group WA bikin merinding dan menyentuh hati.

PIDATO B. J. HABIBIE

*SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.*

*KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!*
--------------------
_(Ketika BJ Habibie berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa *ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam.* Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka *saya akan memilih ilmu Agama."* )_

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

2 anak, semuanya sukses... Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada p**a yang jadi pengusaha ...
Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

_Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya...._
*Dari sudut mata ada air yang menetes.. Rindu dikunjungi anak2nya*

_Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain..._
*Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....*

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
Sepanjang waktu ....

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
Yang pasti hanyalah *KEMATIAN.*
Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal p**a...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya...

'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan.....

'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan......

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius

Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi *jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir Hidup kita.*

(yg menulis & menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_
Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Semoga Bermanfaat...!

13/10/2018



Dari jauh terlihat sesosok pria paruh baya dengan mengenakan baju seragam oranye bertuliskan "PARKIR" sedang mengarahkan sebuah mobil masuk ke areal perparkiran.

Dengan suara lantang bagaikan seorang komandan upacara dia berteriak : "Terussss, terusss.... Kiriiii.... Kiriiii... Maju sedikit... Oke sippp... Di-pre yah Bos (jangan rem tangan)...."

Tidak peduli dengan teriknya matahari, tidak gentar oleh derasnya air hujan yang turun, mereka terus bekerja pagi, siang & malam untuk mencari sesuap nasi & segenggam uang recehan.

Banyak yang nakal dan curang waktu parkir, namun tidak sedikit yang berperilaku amat baik, sopan dan bertanggung jawab.

Sesungguhnya profesi seorang tukang parkir tidak berbeda jauh dengan kehidupan manusia.

Lihatlah bagaimana sibuknya mereka harus mengatur, menjaga dan melindungi mobil-mobil yang diparkir di areal parkir wilayahnya agar tertata rapi dan tidak sembrawutan.

Tidak peduli seberapa banyak, seberapa berharga, seberapa penting dan seberapa mahal mobil yang "dikuasai", namun tetaplah bukan milik mereka. Semua itu hanya titipan dari pemilik mobil.

Tidak ada bedanya dengan kehidupan kita. Semua yang kita miliki, yang kita kuasai, yang melekat di badan kita dan yang berlabelkan nama kita, semuanya hanyalah merupakan titipan belaka. Saat berakhir kontrak perjanjian hidup dengan Sang Pencipta, kita harus rela melepaskan dari genggaman.

Ingatlah, semua yang dinamakan titipan, pasti akan diambil kembali oleh pemiliknya. Saat diambil oleh pemilik sahnya, titipan tersebut harus tetap terjaga, terpelihara, terawat, sama persis seperti ketika dititipkan.

Apabila tidak terjaga, tidak terpelihara, tidak terawat, mengalami kerusakan, tersenggol atau tergores dan tidak mulus lagi, maka sang pemilik akan marah, menuding kita sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya tidak akan mempercayai kita lagi. Tidak sedikit yang akan menuntut pertanggungjawaban kita.

Tidak boleh sekalipun, terbersit dalam pikiran untuk merampas sebagian atau semua barang titipan. Semuanya harus utuh dikembalikan kepada pemiliknya.

Lantas, manakah dari bagian kehidupan ini yang bukan merupakan titipan...?

Harta dan kekayaan, jabatan dan kekuasaan, bahkan semua orang tersayang merupakan titipan Tuhan untuk memberi warna & menyemarakkan kehidupan kita. Semuanya hanya bersifat sementara. Tidak ada yang kekal abadi.

Janganlah merasa memiliki, sebab semua itu hanyalah titipan, yang sewaktu-waktu dapat hilang sirna saat Sang Pemilik berniat mengambilnya kembali.

Be Wise & Be Positif Thinking Always😇😇

😇😇😇

01/06/2018

*MANUSIA TERBAIK*

Sudahkah setiap kehadiran kita membuat orang lain lebih baik

Sudahkan setiap kehadiran kita membuat orang lain lebih adem

Sudahkah setiap kehadiran kita membuat orang lain lebih aman

Atau justru sebaliknya, kehadiran kita membuat masalah, kegaduhan dan ancaman buat orang lain

Jadilah kepanjangan tangan Allah untuk selalu menebar kebaikan di setiap kehadiran kita

Sebab, sebaik - baiknya manusia adalah yang membawa manfaat dan rahmat buat sesama




25/11/2017

💢 Sharing dari Dokter Jantung :

*KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?*

💦 👫 Ada satu pertanyaan:
_Mengapa kita harus minum AIR putih yang cukup?_

💦🌏 Sebenarnya jawabannya cukup " *_mengerikan_*" tetapi karena sebuah _pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur_, maka topik tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:

💦👫 Kira-kira *_80%_* tubuh manusia terdiri dari *AIR*.
Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas *_80%_*.
Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah:
*OTAK dan DARAH*.

💦☺ *_Otak_* memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara *_Darah_* memiliki Komponen Air sebanyak 95%.

💦👫 Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah *_2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih_* sehari.
Jumlah di atas harus ditambah bagi seorang *PEROKOK..!*

💦👫 Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat *_Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi_*.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??

💦👫 Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. *_Caranya?_*

💦 Dengan jalan " *_Menghisap_*" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: *DARAH..!!*

💦 Darah yang dihisap Airnya akan menjadi *_Kental_*.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang *_Darah Encer._*

💦 *_Saat melewati Ginjal_*
(tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.

💦 Dan karena Saringan dalam Ginjal halus, tidak jarang Darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada *Glomerulus Ginjal*.

💦 *_Akibatnya_*,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat harus mengeluarkan uang sebesar _Rp. 2 juta seminggu_ untuk *_Cuci Darah_*.

💦 Bagaimana dengan *OTAK?*
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat.
Otak tidak lagi " *_Encer_*", karena *Sel² Otak* adalah yang paling boros mengkonsumsi Makanan dan Oksigen, ini yang mengakibatkan *STROKE...!*

♥ Takabur Merugikan Diri Sendiri ♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhSahabat saudaraku fillah..takabur ( sombong...
23/10/2017

♥ Takabur Merugikan Diri Sendiri ♥

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..takabur ( sombong) adalah orang yang menganggap dirinya lebih baik daripada orang lain dengan cara meremehkan. " Takabur itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain."( HR.Muslim).

Saudaraku, tatkala kita renungi, sungguh sifat takabur itu merugikan diri sendiri karena :

~ Merasa menjadi orang yang paling baik, paling benar dan mau menang sendiri. Sehingga hatinya terkunci dari menerima kebenaran dari siapapun.Hal ini bermula dari kelebihan yang ia miliki, namun ia tidak menyadari bahwa di atas langit masih ada langit, sepintar-pintarnya orang, sehebat-hebatnya orang masih ada orang yang lebih hebat dari dirinya.

~ Tidak senang pada saran.

Hal ini karena ia merasa sudah sempurna dan tidak memiliki kekurangan. Sehingga saran dari siapapun tak kan ia terima. Akibatnya akan sulit untuk berkembang.

~ Tidak senang terhadap kemajuan yang dicapai orang lain.

Orang yang sombong akan mudah iri terhadap keberhasilan, kemajuan dan kesenangan yang dialami orang lain sehingga menimbulkan permusuhan.

~ Menolak kebenaran meskipun ia yakini benar.

~ Dibenci oleh Allah yang menyebabkannya tidak masuk surga.

" Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh, dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya."(HR. Ahmad)

"Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan."(HR.Muslim)

Semoga untaian ini bermanfaat.Silahkan ditag/share.Salam santun erat silaturrahim dan ukhuwah fillah

Address

Pangandaran

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00

Telephone

081387417277

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galerry Muslimah Maryam Dewi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share