Mr.Hasbii slebeww

Call Directions Website

Mr.Hasbii slebeww ✅KREATOR DIGITAL
✅HASBI GANTENG DAN PINTAR
✅DOAKAN AKU CEPAT SEMBUH YAA
(1)

Kehilangan seorang ibu di usia belia sudah menjadi luka yang begitu dalam bagi Imel. Belum juga kering air mata itu, tak...
16/10/2026

Kehilangan seorang ibu di usia belia sudah menjadi luka yang begitu dalam bagi Imel. Belum juga kering air mata itu, takdir kembali menguji pundaknya yang masih terlalu kecil. Pada Februari 2026 lalu, sang ayah menyusul ibunya, berp**ang akibat serangan jantung. Kini, di usianya yang baru menginjak bangku kelas 1 SMK, Imel harus menapaki dunia seorang diri tanpa dekap hangat, tanpa tempat bersandar, tanpa kedua orang tua di sisinya.

** Perjuangan di Balik Keterbatasan Sejak sang ibu tiada pada tahun 2021, hari-hari Imel diisi dengan kesunyian di rumah pamannya. Untuk bertahan hidup, merajut asa, dan menyambung biaya sekolah, remaja tegar ini mengandalkan jemarinya sendiri. Ia membuat gantungan kunci seharga Rp5.000 dan buket bunga mulai dari Rp25.000. Namun, dagangan itu tak selalu laku; ia hanya bisa bernapas lega ketika musim wisuda tiba. Sisanya, ia harus bergelut dengan cemas memikirkan hari esok.
** Rumah yang Belum Layak Belum cukup beban itu, tempat yang ia sebut "rumah" pun jauh dari kata aman. Tanah pemberian keluarga itu hanya berdiri di atas bangunan yang memprihatinkan. Atapnya bocor saat hujan turun, tak ada kamar yang nyaman untuk sekadar memejamkan mata lelahnya, bahkan untuk sekadar bersuci mengambil air wudu pun ia harus berjuang dengan keterbatasan.

> Di balik sunyinya malam dan lelahnya raga, Imel memilih bersujud. Sep**ang sekolah, ia tetap melangkah ke pondok, menjaga setiap ayat suci Al-Qur'an dalam ingatannya hingga pukul 10 malam.
> Imel telah kehilangan segalanya pelukan ayah, belaian ibu, dan rasa aman yang seharusnya menjadi hak setiap anak seusianya. Namun, ia tidak menyerah. Di dalam dadanya, tersimpan sisa-sisa harapan: ingin merengkuh masa depan, menyelesaikan sekolah, dan terus melantunkan ayat-ayat suci yang menjadi satu-satunya pelipur lara di sisa hidupnya.. ❤️

**YA ALLAH, DI USIA 8 TAHUN, NIA HARUS MENANGGUNG BEBAN SEBERAT INI.. 😭💔**Di saat anak-anak seusianya di Subang, Jawa Ba...
15/10/2026

**YA ALLAH, DI USIA 8 TAHUN, NIA HARUS MENANGGUNG BEBAN SEBERAT INI.. 😭💔**
Di saat anak-anak seusianya di Subang, Jawa Barat, bisa menikmati masa kecil dengan bermain, tertawa, dan bermanja-manja dengan orang tua, adik kecil bernama **Nia (8 tahun)** justru harus berjuang melawan kerasnya dunia seorang diri.

Setiap hari, sebelum jam sekolah dimulai dan di sela-sela waktu istirahatnya, Nia berjalan membawa keranjang berisi dagangan jajanannya. Bukan untuk mencari uang jajan tambahan, melainkan demi menyambung hidup dan mencari biaya berobat ibunya yang sedang terbaring sakit.

Lebih menyayat hati lagi, ayah tercinta Nia sudah lama dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Kini, hanya ibunya satu-satunya tempat ia bersandar. Namun, alih-alih mendapat dukungan dari lingkungan sekitar, Nia justru sering menjadi korban ejekan dan **dibully** oleh teman-temannya di sekolah karena kondisi hidup dan penampilannya.
*“Nia sedih kalau diejek, tapi Nia harus jualan supaya Mama bisa berobat dan kita bisa makan...”* ucap dengan air mata yang tertahan.

Bayangkan, di balik senyum kecilnya saat menawarkan dagangan, ada hati seorang anak kecil yang hancur karena perundungan, namun ia tetap kuat bertahan demi sang ibu yang dirumah.
Mari kita doakan Nia menjadi anak yang sukses dan ibunya sehat kembali 🤲

Dari Pemulung Dini Hari hingga Magister ITB: Kisah Wahyudin.. ❤️> "Keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan batu lonc...
15/10/2026

Dari Pemulung Dini Hari hingga Magister ITB: Kisah Wahyudin.. ❤️

> "Keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan batu loncatan untuk meraih mimpi tertinggi."
> Perjalanan hidup **Wahyudin** ("Pemulung Ganteng") adalah bukti nyata dari kekuatan tekad. Selama 12 tahun, ia menjalani rutinitas luar biasa demi bisa sekolah:
**Pukul 02.00–04.00 WIB:** Memulung barang bekas menyusuri jalanan.
**Pagi–Siang:** Berangkat sekolah sambil berjualan gorengan.
**Sore–Malam:** Kembali memulung hingga pukul 22.00 malam.
Demi melawan kantuk di kelas, ia bahkan kerap mengoleskan balsam di dekat matanya.
" Buah Manis Ketekunan"
Berkat kerja kerasnya, pintu kesuksesan terbuka perlahan:
**S1:** Lulus jurusan Manajemen di UHAMKA dengan predikat **cumlaude**.
**S2:** Meraih Beasiswa Unggulan Kemendikbud dan lulus sebagai **Master of Business Administration (MBA)** dari **ITB**.
"Menatap Masa Depan"
Kini, kehidupannya telah berubah total. Selain mengembangkan usaha peternakan dan aktif dalam kegiatan sosial untuk anak yatim, ia tengah bersiap melanjutkan **S3 ke luar negeri**—bahkan pernah nekat menemui turis asing tanpa alas kaki demi melatih bahasa Inggris—serta bercita-cita menunaikan ibadah umrah.
Kisah Wahyudin membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan, dan ketulusan hati mampu mengubah takdir seseorang secara drastis.

Ya Allah, ses4k rasanya dada ini melihat kenyataan di luar sana... 💔Di usia yang seharusnya sudah menikmati masa tua den...
14/10/2026

Ya Allah, ses4k rasanya dada ini melihat kenyataan di luar sana... 💔

Di usia yang seharusnya sudah menikmati masa tua dengan beristirahat dan berkumpul bersama anak cucu, (86 tahun) yang tinggal di Pandeglang ini justru harus berjuang melawan kerasnya hidup seorang diri.
Setiap hari, dengan langkah yang sudah gemetar dan tubuh yang renta, Abah Sadi memikul dedaunan kelapa yang telah dianyam menjadi atap tradisional. Bukan untuk mencari kekayaan, bukan p**a untuk pamer kemewahan.. Beliau hanya ingin menyambung hidup.

Tahukah sahabat, berapa harga satu lembar atap daun kelapa hasil jerih payah beliau seharian penuh? **Hanya Rp4.000 saja.**
Bayangkan... Rp4.000 di masa sekarang. Jangankan untuk berobat atau beli pakaian layak, untuk sekadar membeli sebungkus nasi demi mengisi perut yang lapar pun kadang rasanya sulit tercapai. Seringkali Abah harus menahan lapar, bersabar dengan tubuh ringkihnya, demi menyambung napas di hari esok.

Pernahkah terlintas di pikiran kita, jika itu adalah kakek kita? Ayah kita?
Ya Allah, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan rezeki yang berlimpah serta barokah untuk Abah Sadi. Semoga kelak lelahnya menjadi pengetuk pintu surga. 🤲

MasyaAllah keren..👍Muhammad Amin kehilangan kemampuan berjalan setelah jatuh dari pohon saat berusia 12 tahun. Pendidika...
14/10/2026

MasyaAllah keren..👍
Muhammad Amin kehilangan kemampuan berjalan setelah jatuh dari pohon saat berusia 12 tahun. Pendidikan formalnya pun hanya sampai kelas V SD. Namun, keterbatasan f!sik tidak membuatnya berhenti berbuat baik.
Sekitar setahun setelah kecel4k4an, Amin mulai mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak di lingkungan Kampung Bugis, Maros, tanpa meminta bayaran. Selama puluhan tahun, ratusan anak telah belajar mengaji kepadanya, bahkan beberapa di antaranya kemudian membawa anak mereka untuk belajar kepada Amin.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia membuat dan menjual kaligrafi. Di tengah keterbatasan, pengabdian itu terus dijalani hingga 44 tahun.
Kisah Muhammad Amin mengingatkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti memberi manfaat.

Innalilahi wainnailahi Rojiun.. 😭Julaiha Munaji (42), seorang Ibu asal Malaysia, menceritakan tiga anaknya tew4s dalam k...
13/10/2026

Innalilahi wainnailahi Rojiun.. 😭
Julaiha Munaji (42), seorang Ibu asal Malaysia, menceritakan tiga anaknya tew4s dalam kecel4k4an yang melibatkan sepeda motor dan truk di Jalan Parit Haji Sirat, Pontian, Malaysia pada Kamis (8/10/2026) pagi.
Kecel4k4an berawal dari anak-anaknya yang bersikeras ingin tetap berangkat sekolah meski pemerintah Malaysia telah meliburkan akibat kabut asap.
Saya sudah bilang mereka tidak perlu pergi karena hari ini sekolah libur, tetapi mereka tetap bersikeras," kata Julaiha, dilansir dari New Strait Times, Kamis.
"Jadi, kakak laki-laki mereka mengantar mereka ke sekolah untuk menunjukkan bahwa sekolah memang libur. Namun, dalam perjalanan p**ang, mereka mengalami kecel4k4an," lanjutnya.
Kedua anaknya, Nor Daniel Fikri Norlizan (11) dan Puteri Naufal Raisya (8), tetap bersikeras untuk pergi.
Kakak laki-laki mereka, Nor Daniel Aiman (18) kemudian mengantar keduanya ke sekolah untuk memastikan bahwa sekolah memang tutup.

Namun, saat perjalanan p**ang setelah mengetahui sekolah diliburkan, Julaiha mendapat kabar ketiga anaknya mengalami kecel4k4an.
"Jarak sekolah sekitar 2 kilometer dari rumah kami. Saya mendapat kabar tentang kecelakaan itu setelah seorang warga datang memberi tahu bahwa sepeda motor yang ditumpangi anak-anak saya mengalami kecel4k4an," cerita Julaiha.
"Kecelakaan terjadi hanya sekitar 200 meter dari rumah kami. Suami dan anak tertua saya bergegas ke lokasi, tetapi ketiganya sudah dibawa ke Rumah Sakit Pontian," lanjutnya.

Sebelumnya, ia menceritakan ketiga anaknya tampak ceria sebelum meninggalkan rumah.
"Nor Daniel Fikri mengatakan kepada saya bahwa dia ingin bermain sepak bola. Dia bahkan mencuci sepatu yang baru saja saya belikan untuknya," ungkap Julaiha.
Ketiga saudara kandung tersebut sangat dekat satu sama lain. Malam sebelum kejadian, mereka bahkan tidur bersama.
"Aiman memang pendiam, tetapi dia s**a bercanda dengan saya. Mereka semua sangat dekat," katanya.
Julaiha mengatakan, Aiman sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans, tetapi kemudian dinyatakan meningg4l dunia.

Vir4l..!! Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek pedagang keripik diduga menjadi korban tindakan tidak pantas ol...
13/10/2026

Vir4l..!! Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek pedagang keripik diduga menjadi korban tindakan tidak pantas oleh oknum anggota Satpol PP viral di media sosial. Peristiwa tersebut menuai perhatian warganet setelah beredar rekaman yang memperlihatkan dagangan sang kakek berserakan di pinggir jalan.

Berdasarkan narasi yang beredar, kakek tersebut sehari-hari berjualan keripik dengan berjalan kaki. Saat itu, ia disebut sedang beristirahat sambil jongkok di pinggir jalan dan meletakkan barang dagangannya di dekatnya.
Namun, beberapa anggota Satpol PP kemudian
datang ke lokasi. Dalam rekaman yang beredar, salah seorang petugas terlihat mengarahkan tendangan ke arah dagangan sang kakek hingga barang jualannya berhamburan.
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan publik. Bagi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari hasil berjualan setiap hari, dagangan bukan sekadar barang, melainkan sumber penghidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kisah ini viral setelah diunggah oleh akun media sosial "RANYWAYS". Banyak pihak menyoroti pentingnya pendekatan yang humanis dalam penertiban, terutama ketika berhadapan dengan masyarakat kecil yang sedang mencari nafkah.

Di tengah luas dan kej4mnya lautan, sebuah kisah kelam merobek hati siapa pun yang mendengarnya. Syawal Suswono, seorang...
12/10/2026

Di tengah luas dan kej4mnya lautan, sebuah kisah kelam merobek hati siapa pun yang mendengarnya. Syawal Suswono, seorang kakek berusia 65 tahun yang menggantungkan hidupnya sebagai anak buah kapal (ABK) di KM Maulana 23, harus menelan kepahitan hidup yang teramat kej4m. Diiming-imingi janji manis upah sebesar Rp7 juta rupiah, ia melangkah ke atas kapal dengan harapan dapat menghidupi hari tuanya, namun takdir justru membawanya ke dalam jerat mimpi buruk: gaji yang tak pernah nyata, melainkan hanya lilitan hutang dan siks4an tanpa henti.

Setiap hari di atas geladak kapal adalah ter*r yang mencekam. Di bawah ancal4man dan tatapan penuh amarah, Syawal dan tiga rekannya dis!ksa secara tidak manusiawi hanya karena gagal mencapai target tangkapan cumi-cumi seberat dua kilogram. Siks4an itu bukan sekadar pukulan fisik atau *push-up* dan hormat bendera di bawah terik matahari, melampaui batas kemanusiaan mereka dipaksa menelan bubur yang dicampur dengan serpihan besi tajam.

Di antara 28 jiwa yang berada di dalam lambung kapal yang sama, jerit4n penderit4an mereka seolah tenggelam oleh deru ombak, hingga akhirnya badai kebenaran datang meruntuhkan dinding-dinding kesunyian itu setelah video penganiayaan tersebut vir4l di jagat maya dan memantik gerak cepat pihak berwajib. Kini, setibanya di pelukan daratan Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, jerit tangis keadilan mulai menemukan jalannya melalui proses penyidikan atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menuntut pertanggungjawaban atas luka batin dan raga yang telah direnggut secara paksa dari para korb4n.

PULANG DARI NERAKA DI TENGAH LAUT, TAPI TAK ADA SIAPA-SIAPA YANG MENUNGGU: KISAH PILU KAKEK SYAWAL SEBATANG KARA.Sahabat...
12/10/2026

PULANG DARI NERAKA DI TENGAH LAUT, TAPI TAK ADA SIAPA-SIAPA YANG MENUNGGU: KISAH PILU KAKEK SYAWAL SEBATANG KARA.

Sahabat Facebook, tolong luangkan waktu sejenak untuk membaca kisah ini. Kisah tentang sisi gelap dunia pelayaran kita, dan tentang seorang tua yang jiwanya hancur, bukan hanya oleh siksaan, tapi oleh kesepian yang teramat dalam.
Perkenalkan, ini Kakek Syawal (60 tahun). Seorang Anak Buah Kapal (ABK) pencari cumi. Di usianya yang senja, saat seharusnya ia menimang cucu di rumah, ia masih harus bertaruh nyawa di ganasnya lautan demi sesuap nasi.
Namun, alih-alih membawa p**ang rezeki, Kakek Syawal justru p**ang membawa trauma mendalam. Belum lama ini, aparat keamanan berhasil mengevakuasi Kakek Syawal bersama tiga rekan ABK lainnya dari sebuah kapal yang layaknya "neraka berjalan".
Disiksa di Luar Batas Kemanusiaan 😭
Selama berbulan-bulan di tengah laut, Kakek Syawal dan rekan-rekannya mengalami penganiayaan yang sangat keji oleh oknum di kapal tersebut.

Bayangkan! Tubuh tuanya yang ringkih itu dipukul berulang kali. Tidak hanya itu, kekejaman yang paling tak masuk akal adalah ketika mereka DIPAKSA MAKAN BUBUR YANG DICAMPUR DENGAN SERBUK/POTONGAN BESI! Ya Allah, di mana hati nurani mereka? Binatang pun tak diperlakukan sekeji itu.
Kep**angan yang Menyesakkan Dada
Tuhan masih sayang. Aparat keamanan berhasil menyelamatkan mereka. Momen kep**angan di pelabuhan seharusnya menjadi momen paling bahagia.
Benar saja, tiga rekan Kakek Syawal disambut dengan isak tangis haru, pelukan hangat istri, ciuman tangan anak-anak, dan pelukan rindu keluarga. Suasana penuh haru biru kep**angan pahlawan devisa.
Tapi lihatlah Kakek Syawal...
Ia berdiri mematung di sudut dermaga. Pandangannya kosong. Di tangannya hanya ada tas kusam berisi pakaian basah.
Tidak ada istri yang memeluknya.
Tidak ada anak yang berlari memanggil namanya.

Tidak ada satu pun sanak saudara yang datang menjemputnya.
Kakek Syawal p**ang ke peradaban, tapi ia sadar, ia tetap sendiri. Dia hidup sebatang kara. Selama ini dia bekerja keras di laut hanya untuk bertahan hidup sendiri, tanpa tahu untuk siapa dia p**ang.
Kutipan Paling Pilu 💔😭
Saat tim relawan mencoba menghiburnya, Kakek Syawal hanya tersenyum kecut, senyum yang menyimpan luka ribuan purnama. Ia menggumamkan kalimat yang membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan meneteskan air mata:

"Meskipun aku mati di tengah lautan kemarin, nak... tidak akan ada yang menangisiku di daratan."

Deg! Kalimat itu bak sembilu yang menyayat hati. Betapa hancurnya perasaan seorang tua yang merasa keberadaannya di dunia ini tidak berarti bagi siapapun. Di saat dia berjuang melawan siks4an di kapal, dia bahkan tidak punya bayangan wajah orang terkasih untuk menguatkannya.

Seorang penyelam bernama lan Haggerty membagikan momen tak biasa saat melakukan penyelaman di kedalaman sekitar 18 meter...
11/10/2026

Seorang penyelam bernama lan Haggerty membagikan momen tak biasa saat melakukan penyelaman di kedalaman sekitar 18 meter di bawah permukaan laut.
Selama menyelam, ia mengaku telah melihat berbagai benda dan kehidupan laut. Namun, kali ini ia menemukan sesuatu yang cukup
mencengangkan, yakni sebuah yang tergeletak di dasar laut.
Menariknya, kondisi Al-quran tersebut masih tampak cukup baik. Bahkan, tulisan pada halaman yang terbuka masih terlihat dengan jelas meski berada di lingkungan air laut.
Berdasarkan keterangan yang beredar, halaman yang terbuka diduga merupakan bagian dari Surah Al-An'am dan Al-A'raf. Namun, hal tersebut masih sebatas dugaan sementara. ❤️

Address

Ujungbatu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mr.Hasbii slebeww posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category