02/03/2016
APA ITU LAMPU HEMAT ENERGI???
Lampu hemat energi (LHE) adalah jenis lampu yang dirancang secara khusus agar energi yang dikonsumsi lebih hemat. Lampu hemat energi didesain untuk memaksimalkan energi listrik yang diserap diubah ke dalam energi cahaya dan menekan losses seminimal mungkin.
Umumnya selain menjadi energi cahaya, energi listrik juga berubah menjadi energi panas. Oleh karena itu, salah satu ciri lampu hemat energi adalah relatif tidak terlalu panas saat digunakan.
Untuk memahami istilah Lampu Hemat Energi, kita akan mencoba melihat dari sudut pandang lampu dengan kategori “lampu boros energi”. Kita ambil contoh lampu pijar.
Seperti kita lihat pada gambar di samping, cahaya pada lampu pijar berasal dari filamen yang “terbakar” ketika dialiri arus listrik. Prinsipnya hampir sama dengan cahaya yang dihasilkan oleh lilin, bedanya yang membakar filamen adalah arus listrik. Oleh karena itu lampu pijar akan terasa sangat panas ketika sedang menyala. Karena terlalu banyaknya energi listrik yang menjadi panas inilah maka lampu pijar masuk kategori lampu boros energi.
Energi listrik yang seharusnya berubah menjadi cahaya, sebagian besar berubah menjadi panas yang tidak kita gunakan.
Semakin hemat listrik, maka semakin sedikit energi listrik yang diubah menjadi panas. Itu artinya tingkat efisiensinya semakin tinggi. Untuk lampu pijar ini, tingkat efisiensinya hanya 10% saja, artinya 90% energi listriknya diubah menjadi panas.
Sebagai ilustrasi, jika kita membayar Rp. 10.000 rupiah untuk menyalakan lampu ini, sebenarnya yang Rp.9.000 kita buang percuma, jadi panas itu tadi, hanya Rp.1000 yang kita nikmati menjadi cahaya.
Boros sekali bukan????
Beberapa jenis lampu yang masuh kategori Lampu Hemat Energi adalah :
1. Lampu CFL (Compact Fluorecent Lamp)
Lampu jenis ini sudah banyak kita jumpai di rumah-rumah. Ada yang berbentuk melingkar seperti gambar di samping, namun ada juga yang berbentuk jari-jari. Keduanya menggunakan teknologi yang sama dan memiliki tingkat efisiensi sekitar 75%.
Cahaya pada lampu CFL dihasilkan dari pendar-an cahaya lapisan fosfor di dalam tabung. Karena menggunakan fosfor dan gas di dalam tabung, lama kelamaan cahaya pendaran yang dihasilkan akan semakin meredup. Jadi usia pakai lampu jenis ini hanya dalam bilangan tahun saja.
Meskipun sudah masuk kategori hemat energi, lampu jenis ini masih menghasilkan panas yang lumayan ketika menyala. Jadi jangan langsung memegangnya pada saat sedang menyala atau seketika setelah dimatikan.
2. Lampu LED (Light Emmitting Diode)
Nah, lampu LED ini yang sekarang lagi nge-tren. Saat ini lampu LED termasuk jenis lampu yang paling hemat energi. Efisiensinya bisa di atas 80%, lebih hemat dibandingkan lampu CFL apalagi lampu pijar di atas. Selain lebih hemat, usia pakai lampu LED secara teori bisa sampai 15 tahun (secara teori loh… ).
Perbedaan lampu LED dengan lampu CFL terletak pada media pendarannya. Jika pada CFL menggunakan tabung yang didalamnya terdapat lapisan fosfor, pada lampu LED menggunakan lampu led. Lampu led adalah salah satu komponen elektronika jenis dioda yang memiliki sifat khusus yakni mengeluarkan cahaya pada saat dialiri arus listrik.
Perlahan namun pasti, harga lampu LED yang beberapa tahun lalu mahal, saat ini sudah merangkak turun. Bahkan sudah banyak muncul merk-merk lokal dengan harga labih murah dan berani bersaing dengan merk terkenal dengan memberikan garansi.
So, sekarang sudah tahu jenis-jenis lampu hemat energi.
Jika di rumah masih menggunakan jenis lampu boros energi seperti lampu pijar, lampu neon, lampu merkuri dan lain-lain, yuk bertahap kita beralih ke lampu hemat energi. Harga memang lebih mahal, namun biaya listriknya dijamin lebih murah.